KONUT, Jalursultra.com – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemda Konut) resmi memulai langkah baru dalam penguatan transformasi digital di tingkat pedesaan. Momentum tersebut ditandai dengan peluncuran aplikasi Digital Desa Smart Konasara (Digides) oleh Bupati Konawe Utara H. Ikbar, SH., MH, saat malam Festival Konasara dalam rangka perayaan HUT ke-19 Kabupaten Konawe Utara, Kamis (1/1) malam.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan bersama Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, Sekretaris Daerah Konut Dr. Safruddin, serta Ketua DPRD Konut Herman Sewani, dan disaksikan oleh unsur Forkopimda serta masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.
Dalam penjelasannya, Bupati Ikbar menyampaikan bahwa Digides merupakan sistem informasi desa berbasis digital yang dirancang terintegrasi langsung dengan pemerintah kabupaten secara real-time. Aplikasi ini hadir sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Digides bukan sekadar aplikasi, tetapi platform untuk mempercepat pelayanan dan administrasi desa melalui sistem yang terhubung langsung dengan pemerintah daerah,” kata Ikbar.
Ia menambahkan, aplikasi Digides memberikan sejumlah fitur penting yang dapat mempermudah kebutuhan masyarakat maupun pemerintah desa, mulai dari pelayanan administrasi, layanan jarak jauh, pengelolaan pajak, data bantuan sosial, hingga peta geospasial desa berbasis digital.
Selain mendukung peningkatan layanan pemerintahan, Digides juga didesain sebagai wadah promosi potensi desa, sehingga dapat membantu memperluas akses informasi terkait produk unggulan, pariwisata, serta peluang ekonomi desa melalui kanal digital.
Dengan hadirnya aplikasi tersebut, pemerintah desa tidak hanya terbantu dalam pengelolaan data dan birokrasi, tetapi juga didorong untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus membuka peluang kemajuan ekonomi masyarakat.
Bupati Ikbar berharap program Smart Konasara melalui Digides dapat menjadi penggerak utama percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami ingin Smart Konasara menjadi fondasi transformasi digital yang terintegrasi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat pembangunan desa, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.
Laporan : Red
